Apa Itu Saham: Pengertian Saham, Jenis, Keuntungan dan Resikonya

Apa Itu Saham: Pengertian Saham, Jenis, Keuntungan dan Resikonya

Apakah yang dimaksud dengan Saham dan bagaimana cara kerjanya? Berikut usahabisnis.net akan menjabarkan pengertian Saham, jenis saham, keuntungan dan resikonya.

Pengertian saham

Saham adalah sebuah bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan. Kata saham sendiri diambil dari bahasa arab.

Dalam literatur fiqih, Saham diambil dari istilah musahamah yang berasal dari kata sahm bentuk jamaknya ashum atau suhmah yang artinya bagian, bagian kepemilikan. Artinya pemilik saham adalah pemilik perusahaan. Semakin besar saham yang dimiliki maka semakin besar kekuasaannya di perusahaan tersebut. Sumber Wikipedia.org.

Masih banyak masyarakat di Indonesia yang awam dengan istilah Saham. Saham adalah sebuah instrumen investasi.

Saham merupakan bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan atau bukti penyertaan modal. Pemilik saham mempunyai hak untuk memperoleh dividen sesuai jumlah saham yang dimilikinya.

Dengan memegang Saham, maka pemegang saham bisa mengklaim kepemilikan di suatu perusahaan terbuka. Artinya, pemegang saham berapa pun jumlah lembar yang dimilikinya memiliki hak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Salah satunya langkah untuk mempunyai saham perusahaan, seseorang harus membeli di pasar modal.

Cara kerja saham

Saham mewakili kepemilikan di perusahaan publik. Saat beli saham perusahaan, Anda akan jadi pemilik sebagian dari perusahaan itu. Misalkan, bila sebuah perusahaan mempunyai 100.000 saham dan Anda membeli 1.000 salah satunya, berarti Anda mempunyai 1% dari total Saham. Mempunyai saham memungkinkan mendapat semakin banyak keuntungan dari perkembangan perusahaan dan memberi hak suara pemegang saham.

Semakin banyak orang menjual saham, maka akan semakin rendah harganya, Semakin banyak orang membeli Saham, akan semakin tinggi harganya. Biasanya, orang membeli atau menjual saham berdasar harapan penghasilan atau keuntungan perusahaan.

Salah satunya langkah pemegang saham mendapat keuntungan atas investasi mereka dengan menjual saham pada harga yang tinggi dibanding harga yang mereka beli. Bila sebuah perusahaan tidak berkinerja baik, dan nilai sahamnya turun, pemegang Saham bisa kehilangan beberapa atau bahkan semua investasinya saat mereka menjualnya.

Jenis saham

Untuk saat ini jenis Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terdiri jadi 9 sektor yaitu pertanian, pertambangan, industri dasar dan kimia, industri mesin, industri barang konsumsi, properti dan konstruksi bangunan, infrastruktur dan transportasi, keuangan, dan terakhir perdagangan jasa dan investasi

Keuntungan saham

Ada 2 keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham.

Capital gain

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk karena ada kegiatan perdagangan saham di pasar sekunder.

Misalkan Investor beli Saham A pada harga per saham Rp 2.000 selanjutnya menjualnya pada harga Rp 2.500 per saham yang berarti pemodal itu memperoleh capital gain sejumlah Rp 500 untuk tiap saham yang dijualnya.

Dividen

Dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS.

Bila seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal itu harus memegang saham tersebut dalam waktu yang relatif lama yakni sampai kepemilikan saham itu berada dalam masa di mana diakui sebagai pemegang saham yang berhak memperoleh dividen.

Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai. artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk tiap saham, atau dapat berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberi dividen sejumlah saham.

sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

Resiko saham

Sebagai instrumen investasi, pastinya Saham mempunyai resiko. Resiko investasi saham yang sebaiknya diwaspadai dan diperhitungkan oleh banyak investor, yaitu capital loss dan resiko likuidasi.

Capital loss

Apa itu capital loss? Capital loss yaitu suatu keadaan dimana investor menjual Saham lebih rendah dari harga beli.

Contoh saham PT. A yang dibeli pada harga Rp1.000 per saham, kemudian harga Saham itu terus mengalami penurunan sampai sampai Rp 600 per saham.

Karena takut harga saham itu akan turun terus, investor menjual di harga Rp 600 itu hingga mengalami kerugian sebesar Rp 400 per Saham.

likuidasi

Perusahaan yang Sahamnya dimiliki, dipastikan bangkrut oleh pengadilan, atau perusahaan itu dibubarkan.

Dalam masalah ini hak claim dari pemegang surat bernilai mendapatkan prioritas terakhir sesudah semua kewajiban perusahaan bisa dilunasi (hasil dari penjualan kekayaan perusahaan).

Bila masih ada sisa hasil dari penjualan kekayaan perusahaan itu, maka akan dibagi secara proporsional ke semua pemegang surat berharga

Tetapi, bila tidak ada sisa dari kekayaan perusahaan itu, maka pemegang saham tidak mendapat hasil dari likuidasi itu.

Leave a Reply